Mengenang Sufi Perempuan Rabi'ah Al-Adawiyah. Menurut Harun Nasution, mahabbah ialah memeluk kepatuhan kepada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada-Nya, menyerahkan seluruh diri kepada yang dikasihi, serta mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali dari diri yang dikasihi. Rabiah Al-Adawiah pernah ditanya " Apakah kau cinta kepada ADVERTISEMENT Rabiah al Adawiyah menjadi salah satu tokoh yang populer di kalangan masyarakat Irak. Konsep sufinya yang paling dikenal adalah mahabbatullah yang artinya kecintaan terhadap Allah. Rabiah lahir dari keluarga yang sangat miskin. Ia merupakan anak terakhir dari empat bersaudara, sehingga ia dinamakan Rabiah yang artinya keempat. Rabiatul Adawiyah atau nama sebenar beliau Umm Al-khair binti Ismail al-Adawiyah telah tergolong dalam senarai wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Beliau dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah, iaitu pada tahun 99H/ 717 M berhampiran kota Basrah di Iraq dan meninggal dunia di kota itu juga pada tahun 185H/ 801M. Rabi'ah Al-Adawiyah dijuluki sebagai "The Mother of the Grand Master" atau Ibu Para Sufi Besar karena kezuhudannya. Ia juga menjadi panutan para ahli sufi yang lain seperti Ibnu al-Faridh dan Dhun Nun al-Misri. Kezuhudan Rabi'ah juga dikenal hingga ke Eropa. Bagiku tidak ada bagian surga dan neraka. Aku tidak menginginkan atas cintaku imbalan pengganti.". Rabiah Al-Adawiyah tidak meniatkan ibadahnya sebagai bekal kebaikan untuk meraih surga dan berlindung dari siksa neraka. Ia memaknai praktik shalat, puasa, zakat, haji, dan ragam ibadah lainnya sebagai bentuk cintanya kepada Allah. Di dalam kitab Karamah al-Auliya, Syekh Yusuf Nabhani mencatat ada empat karamah yang dimiliki oleh Rabi'ah: * Suatu ketika, dikala Rabiah berjalan melewati seorang pemuda yang sedang mengembala kambing. Rabiah berkata, "saya ingin berangkat melaksanakan haji." Tiba-tiba laki-laki itu mengeluarkan segenggam emas dari saku pakaiannya. 8K9Szf5.

kata kata sufi rabiah al adawiyah